Postingan yang ke-6 ini berisi tentang puisi karangan gue. Puisi ini gue buat selama sejam, buat lomba cipta baca puisi pada ajang PORSENI III di sekolah gue. Semua isi otak gue keluarin buat menciptakan sebuah karya yang luar biasa ini, namun puisi ini tidak sepenuhnya karya gue. Puisi ini telah diedit oleh seorang guru ter-favorit di sekolah gue Bapak Suparman S, Pd. M, Pd. Beliau adalah seorang Master biologi yang mampu merangkai sederet kata-kata menjadi sebuah puisi yang sangat enak di dengar.
Puisi gue ini meraih Juara II, dan yang keluar sebagai pemenang adalah teman gue Achmad Syahied. Walaupun ada sedikit kekecewaan tapi gue udah merasa cukup bangga bisa jadi juara dua pada ajang PORSENI ini.
Doa Para Pengemis
Kami tidur beralaskan tanah
Menjadi lampu tidur kami
Kami makan segenggam nasi
Sudah membusuk
Hasil dari tong-tong sampah
Manusia kufur
Kami tidak tahu berhitung
Tidak tahu membaca
Dan tidak tahu apa-apa
Kami yang hanya bisa menengadahkan tangan
Mengharapkan belas kasihan
Para dermawan
Ya Allah, dengarkanlah rintihan kami ini
Rintihan kami sepanjang malam
Kami yang senantiasa mengingat-Mu
Tak henti-hentinya melafaskan nama-Mu
Sepanjang harinya bersujud pada-Mu
Dan terus mengharapkan rezeki-Mu
Tapi mengapa? Mengapa?
Memberikan rezeki-Mu kepada mereka
Tidak tahu bersyukur
Tidak tahu bersujud
Tidak pernah menyebut Nama-Mu
Tidak pernah mengingat-Mu
Dan mereka yang tidak tahu siapa Engkau
Ya Allah,
Ampunilah dosa-dosa kami
Dosa kedua orang tua kami
Dan izinkanlah kami penghuni surga-Mu
Suatu hari kelak
Desember 2011
Kambing Jantan



0 komentar:
Posting Komentar